Senin, 27 April 2026

Ringkasan Buku Sejarah Peradaban Islam (DR. H. SYAMRUDDIN NASUTION, M.Ag.)

Sejarah Peradaban Islam


Bab 1: Sejarah Bangsa Arab Sebelum Islam

A. Geografi Semenanjung Arabia
     Terletak di Asia Barat Daya, luasnya 1.027.000 mil persegi, sebagian besar ditutupi padang pasir dan merupakan salah satu tempat terpanas di dunia.

     Terdiri atas dua bagian:
Pertama, daerah pedalaman, merupakan daerah padang pasir yang kering karena kurang dituruni hujan dan sedikit penduduk karena daerahnya tandus.
Kedua, daerah pantai di pinggir laut,di bagian tengah dan selatan, hujan turun teratur sehingga subur ditanami.

B. Asal-usul Bangsa Arab
     Bangsa Arab berasal dari ras Samiyah dan terbagi kepada dua suku. Pertama, suku Arab al-Baidah , yaitu bangsa Arab yang sudah punah seperti kaum ‘Ad dan Tsamud. Kedua, suku Arab al-Baqiyah, yaitu bangsa Arab yang masih hidup sampai sekarang, terdiri dari keturunan Qahthan dan Adnan.

C. Watak Bangsa Arab
     Watak Positif:
Pertama, adalah kedermawanan karena di kalangan masyarakat kedermawanan adalah bukti kemuliaan.
Kedua, keberanian dan kepahlawanan menjadi syarat yang mutlak diperlukan agar dapat mempertahankan hidup di padang pasir yang tandus dan gersang.
     Watak Negatif:
Pertama, gemar berperang, hidup di Jazirah Arab yang gersang dan tandus memerlukan tambahan sumber menunjang kehidupan.
Kedua, angkuh dan sombong.
Ketiga, pemabuk dan penjudi.

D. Agama Dan Kepercayaan
     Mayoritas menyembah berhala, sedangkan minoritas orang Yahudi di Yatsrib, orang Kristen Najran di Arabia Selatan dan sedikit yang beragama Hanif di Makkah.

E. Politik dan Pemerintahan
     Terdapat dua Negara adi kuasa di masa Jahiliyah, yaitu kerajaan Bizantium Romawi di barat dan kerajaan Persia di timur. (Palestina, Libanon, Yordania dan Syam) berada dibawah kekuasaan Bizantium dan Irak berada di bawah kekuasaan Persia.

Kesatuan politik Arab Badwi bukanlah bangsa,
tetapi suku yang dipimpin kepala suku yang disebut Syaikh.

Di kalangan bangsa Arab penetap sudah ada pemerintahan. Pusat pemerintahan mereka adalah kota Makkah. Suku-suku yang pernah memerintah adalah suku Amaliqah, suku Bani Jurhum, Suku Bani Khuza’ah dan suku Quraisy.

-> Suku Amaliqah berkuasa di Makkah sebelum Nabi Isma’il datang ke situ. 
-> Suku Amaliqah dikalahkan dan diusir oleh suku Jurhum dari Makkah. Ketika suku Jurhum berkuasa Nabi Isma’il datang ke Makkah. 
-> Pernikahan Nabi Isma’il dengan salah satu anak gadis suku Jurhum menurunkan keturunanAdnan.
-> Bani Khuza’ah datang ke Makkah dari Saba’ Arabia selatan, kemudian merebut kekuasaan dari Bani Jurhum.
-> Kekuasaan politik kemudian dapat direbut dan berpindah kembali ke suku Jurhum keturunan Adnan di bawah pimpinan Qushai.
-> Suku keturunan Adnan inilah yang kemudian mengatur urusan-urusan politik dan urusan-urusan yang berhubungan dengan Ka’bah.

     Ada 8 jabatan tinggi yang dibagi-bagikan kepada kabilah-kabilah asal suku Quraisy:

(1) Hijabah, penjaga kunci-kunci ka’bah
(2) Siqayah, pengawas mata air zam-zam untuk dipergunakan oleh para penziarah
(3) Diyat, kekuasaan hakim sipil dan kriminal
(4) Sifarah, pengurus pajak untuk orang miskin
(5) Nadwah, jabatan ketua dewan
(6) Khaimunah, pengurus balai musyawarah
(7) Khazinah, jabatan adminstrasi keuangan
(8) Azlam,penjaga panah peramal untuk mengetahui pendapat dewa dewa.

Urusan pemerintahan dipegang anak Qushai berganti-ganti.

Qushai -> Abdi Manaf -> Hasyim bin Abdi Manaf -> Al-Muththalib (saudara Hasyim) -> Abdul Muththalib bin Hasyim.

kedudukan Abdul Muthalib bin Hasyim tidak disetujui oleh Naufal saudara al-Muththalib.

Penolakan tersebut mendorong Abdul Muththalib ingin mempunyai anak laki-laki yang banyak. dan beliau bernazar untuk menyembelih satu anak, jika mendapat 10 anak lelaki.

Tetapi dalam kisah lain disebutkan penyebabnya adalah karena beliau bertugas menyediakan air untuk jama’ah-jama’ah haji yang datang ke Makkah.

F. Ekonomi
    Kota Makkah menjadi kota perdagangan 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Makkah berkembang menjadi kota perdagangan:
-> Pertama, orang Yaman yang berpindah ke Makkah telah berpengalaman dalam perdagangan.
-> Kedua, di Makkah terdapat Ka'bah yang menjadi tujuan jama'ah haji.
-> Ketiga, letak Kota Makkah berada di tengah-tengah tanah Arab antara utara dengan selatan.
-> Keempat, daerahnya yang gersang membuat penduduknya suka merantau untuk berdagang.

G. Sosial Budaya
     Kehidupan jahiliyah sesungguhnya manifestasi dari kehidupan barbarisme, karena ketimpangan sosial, penganiayaan, meminum minuman keras, perjudian, pelacuran dan pembunuhan merupakan pemandangan yang biasa dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari.




Bab 2: Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW

A. Periode Makkah

1. Sebelum Diangkat Menjadi Rasul
     Nabi Muhammad s.a.w lahir pada hari Senin tanggal 20 April 571 M tahun Gajah di suatu tempat yang tidak jauh dari Ka’bah. Berasal dari Kalangan Bangsawan Quraisy dari Bani Hasyim. sementara masih ada bangsawan Quraisy yang lain, yaitu Bani Umaiyah. Tapi Bani Hasyim lebih mulia.

    Ayahnya Abdullah bin Abdul Muththalib dan ibunya Aminah binti Wahab. Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab bin Murrah. Apabila ditarik ke atas, silsilah keturunan beliau baik dari ayah maupun ibunya sampai kepada Nabi Isma’il AS dan Nabi Ibrahim AS..

    Ibu susunya bernama Halimahtus Sa'diyah. dari desa Sa’ad lebih, kurang 60 km dari Makkah.

-> 3 bulan dalam kandungan, ayahnya meninggal saat pergi berniaga ke Yatsrib.
-> Usia 6 tahun ibunya meninggal di Abwa saat pulang dari menziarahi makam Abdullah.
-> Kemudian diasuh oleh kakeknya sampai umur 8 tahun ketika kakeknya meninggal.
-> Kemudian diasuh Pamannya Abu Thalib.

    Pekerjaan Nabi sebelum menjadi Rasul:
-> Pertama, mengembala kambing ketika ia bersama ibu susuannya Halimahtus Sa’diyah tinggal di desa.
-> Kedua, berdagang ketika ia tinggal bersama pamannya, ia mengikuti pemannya berdagang ke negeri Syam, sampai ia dewasa dan dapat berdiri sendiri.

-> Usia 25 tahun, menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, ketika Muhammad berusia 25 tahun dan Khadijah 40 tahun dengan mahar 20 ekor unta.

2. Diangkat Menjadi Rasul
    Menjelang usia 40 tahun, selama satu bulan dalam setiap tahun Muhammad mengasingkan diri ke Gua Hira’.

Pada tanggal 17 Ramadhan 611 M, Nabi mendapat wahyu pertama surat al-Alaq (ayat 1-5). Dan Menjadi Rasul.

2 tahun kemudian, wahyu kedua datang Surah al-Mudatsir (ayat 1-7). Dengan turunnya wahyu kedua itu, maka berarti Nabi sudah mulai wajib menyampaikan dakwah.

3. Tahap-tahap Dakwah

Tahap pertama 
Secara diam-diam kepada keluarga (Khadijah dan Zaid bin Haritsah) dan sahabat dekatnya (Abu Bakar). melalui Abu Bakar masuk pula Utsman bin Affan, Zubeir bin Awwam, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan beberapa budak dan fakir miskin. Berlangsung selama 3 tahun.

Tahap kedua
dakwah kepada keturunan Abdul Muthalib. Hal ini dilakukan setelah turunnya wahyu ketiga, sûrah Al-Syu’ara’ (ayat 214). Nabi mengumpulkan dan mengajak mereka supaya beriman. Akan tetapi Abu Lahab beserta istrinya mengutuk Nabi, sehingga turun Sûrah al-Masad (ayat 1-5).

Tahap ketiga
dakwah kepada semua orang setelah wahyu Allah sûrah al-Hijir (ayat 94). Pada tahap ini dakwah ditujukan kepada semua lapisan masyarakat, tidak terbatas hanya kepada penduduk Makkah saja, tetapi juga termasuk orangorang yang mengunjungi kota itu.

4. Tantangan Kaum Quraisy 
    Semakin hari semakin bertambah jumlah pengikut Nabi dan pemimpin Quraisy mulai pula berusaha menghalangi dakwah Rasul tersebut, bahkan semakin keras tantangan yang dilancarkan mereka.

Pertama, Membujuk.
Mereka meminta Abu Thalib memilih satu di antara dua: yaitu memerintahkan Muhammad agar berhenti dari dakwahnya atau menyerahkannya kepada mereka untuk dibunuh.

Kemudian mereka menawarkan tahta, wanita dan harta asal Nabi bersedia menghentikan dakwahnya.

Kedua, Mengintimidasi.
Para pemimpin Quraisy menyuruh setiap keluarga untuk menyiksa anggota keluarganya yang masuk Islam sampai dia murtad kembali.

Ketiga, Memboikot.
Memboikot seluruh keluarga Bani Hasyim.
Untuk melumpuhkan kekuatan kaum muslimin, pemimpin Quraisy melakukan pemboikotan terhadap seluruh keluarga Bani Hasyim.



Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Kesetimbangan

Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan:

1. Konsentrasi

Jika konsentrasi pereaksi ditambah → kesetimbangan bergeser ke kanan (membentuk produk).

Jika konsentrasi produk ditambah → bergeser ke kiri.



2. Suhu (Temperatur)

Reaksi eksoterm (melepas panas):
suhu naik → bergeser ke kiri
suhu turun → bergeser ke kanan

Reaksi endoterm (menyerap panas):
suhu naik → bergeser ke kanan
suhu turun → bergeser ke kiri



3. Tekanan / Volume (untuk gas)

Tekanan naik (volume turun) → bergeser ke sisi jumlah mol gas lebih sedikit

Tekanan turun (volume naik) → bergeser ke sisi jumlah mol gas lebih banyak



4. Katalis

Tidak menggeser kesetimbangan

Hanya mempercepat tercapainya keadaan setimbang

Ringkasan Buku Sejarah Peradaban Islam (DR. H. SYAMRUDDIN NASUTION, M.Ag.)

Sejarah Peradaban Islam Bab 1: Sejarah Bangsa Arab Sebelum Islam A. Geografi Semenanjung Arabia      Terletak di Asia Barat Daya, luasnya 1....